Perkuat Pembinaan Spiritual, PA Banjarnegara Gelar Ngaji Bareng Bertema Tobat dan Pembersihan Diri

By | 24 September, 2026

Banjarnegara, 23 September 2026 — Pengadilan Agama Banjarnegara kembali melaksanakan kegiatan Ngaji Bareng sebagai bagian dari agenda pembinaan rohani dan penguatan nilai-nilai spiritual bagi seluruh aparatur, Rabu (23/09/2026). Kegiatan dilaksanakan selepas Ashar, pukul 15.30 hingga 16.00 WIB, bertempat di Mushola Pengadilan Agama Banjarnegara.

Ngaji Bareng kali ini mengangkat tema “Bab 2: Tobat dan Pembersihan Diri” dengan kajian yang bersumber dari Kitab Riyadhus Shalihin Buku 1. Kegiatan diikuti oleh seluruh aparatur Pengadilan Agama Banjarnegara, meliputi hakim, Panitera, Sekretaris, pejabat fungsional dan struktural, serta seluruh staf pegawai.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda kajian berkala yang dilaksanakan di lingkungan Pengadilan Agama Banjarnegara. Melalui pelaksanaan secara rutin, Ngaji Bareng diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus menjadi sarana refleksi diri di tengah pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kedinasan.

Tema mengenai tobat dan pembersihan diri memiliki makna yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap manusia tidak terlepas dari kekurangan dan kekhilafan, sehingga diperlukan kesadaran untuk terus memperbaiki diri, mengevaluasi sikap, serta berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Dalam konteks kehidupan kerja, semangat tobat dan pembersihan diri juga dapat dimaknai sebagai upaya untuk senantiasa melakukan introspeksi terhadap pelaksanaan tugas. Setiap aparatur diharapkan mampu mengevaluasi sikap, perilaku, serta kualitas pekerjaan yang telah dilakukan, kemudian menjadikannya sebagai dasar untuk terus meningkatkan profesionalisme dan tanggung jawab.

Kajian dari Kitab Riyadhus Shalihin juga mengingatkan pentingnya menjaga hati dan niat dalam setiap aktivitas. Pembersihan diri tidak hanya berkaitan dengan aspek lahiriah, tetapi juga menyentuh dimensi batin, termasuk menjaga keikhlasan, menghindari sikap yang tidak baik, serta membangun kesadaran untuk selalu memperbaiki hubungan dengan Allah maupun dengan sesama.

Bagi aparatur peradilan, nilai-nilai tersebut memiliki keterkaitan yang erat dengan integritas. Pelaksanaan tugas di lingkungan pengadilan menuntut sikap yang jujur, disiplin, amanah, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, penguatan spiritual menjadi salah satu unsur penting dalam membentuk aparatur yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

Ngaji Bareng juga menjadi sarana untuk membangun suasana kerja yang lebih harmonis. Berkumpul dalam forum kajian memberikan kesempatan bagi seluruh aparatur untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa kebersamaan di lingkungan Pengadilan Agama Banjarnegara.