Selasa, 10 Maret 2026, suasana di Pengadilan Agama Banjarnegara tampak lebih hidup dari biasanya. Sejak pukul 10.00 WIB, warga dari berbagai penjuru sekitar mulai berdatangan dan memenuhi area lobi pengadilan. Kehadiran mereka bukan untuk mengikuti proses persidangan, melainkan untuk menghadiri kegiatan pembagian santunan Ramadan yang telah menjadi agenda rutin setiap tahun.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang secara konsisten dilaksanakan oleh Pengadilan Agama Banjarnegara. Di tengah kesibukan menjalankan tugas dan fungsi sebagai lembaga peradilan, keluarga besar pengadilan tetap berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, berbagi kebahagiaan, serta mempererat tali silaturahmi, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.
Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ajang untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi warga yang membutuhkan. Tradisi berbagi santunan ini tidak hanya dimaknai sebagai pemberian bantuan secara materi, tetapi juga sebagai bentuk perhatian dan kehadiran institusi dalam kehidupan sosial masyarakat sekitar.

Santunan diserahkan secara langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Banjarnegara, Dr. Azmir, S.H., M.H., yang didampingi oleh Wakil Ketua, Panitera, Sekretaris, serta para Panitera Muda. Kehadiran jajaran pimpinan ini menjadi simbol kebersamaan dan keseriusan institusi dalam menjalankan kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Agama Banjarnegara menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis antara pengadilan dengan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa nilai utama dari kegiatan ini bukan terletak pada besar kecilnya bantuan yang diberikan, melainkan pada ketulusan niat untuk berbagi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Bantuan ini mungkin tidak besar nilainya, namun kami berharap dapat memberikan manfaat dan menjadi wujud perhatian kami kepada masyarakat. Yang terpenting adalah kebersamaan dan niat tulus untuk saling peduli,” ungkap beliau.

Lebih lanjut, beliau juga mengajak seluruh jajaran pengadilan untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan menjadikan kegiatan sosial seperti ini sebagai bagian dari budaya kerja yang humanis. Dengan demikian, Pengadilan Agama Banjarnegara tidak hanya dikenal sebagai lembaga penegak hukum, tetapi juga sebagai institusi yang dekat dengan masyarakat.
